MGMP Sejarah Kota Semarang Gelar Ngopi Merah Episode Perdana Bahas Warisan Budaya Kota Semarang
MGMP Sejarah Kota Semarang resmi melaksanakan kegiatan Ngopi Merah (Ngobrol Pinter Membahas Sejarah) episode perdana yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 14 Januari 2026, pukul 19.30 WIB. Kegiatan ini mengusung tema “Tangible dan Intangible Culture Pemukiman Kota Semarang”. Webinar perdana ini menghadirkan Dr. Ufi Saraswati, M.Hum. sebagai keynote speaker serta Ika Dewi Retno Sari, M.Pd. sebagai narasumber. Kegiatan diikuti oleh guru sejarah dan pemerhati sejarah dari berbagai wilayah, khususnya Kota Semarang dan sekitarnya.
Pada sesi pembukaan, Bahtiar Rifai, selaku Sekretaris MGMP Sejarah Kota Semarang, menyampaikan bahwa kegiatan Ngopi Merah merupakan bentuk kepedulian MGMP Sejarah Kota Semarang terhadap pengembangan profesionalisme guru sejarah, sekaligus sebagai ruang diskusi ilmiah yang berkelanjutan.
“Webinar ini merupakan kegiatan perdana MGMP Sejarah Kota Semarang. Harapannya, Ngopi Merah dapat terus berlangsung dan memberikan dampak positif tidak hanya bagi guru sejarah di Kota Semarang, tetapi juga secara nasional,” ujar Bahtiar Rifai.
Pemaparan Warisan Budaya oleh Tim Ahli Cagar Budaya
Dalam pemaparannya, Dr. Ufi Saraswati, M.Hum., dosen Jurusan Sejarah Universitas Negeri Semarang sekaligus anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Jawa Tengah, menjelaskan secara komprehensif mengenai pengertian dan pengelolaan warisan budaya.
Materi yang disampaikan meliputi:
- Pengertian dan jenis-jenis warisan budaya
- Proses dan langkah penetapan warisan budaya sebagai cagar budaya
- Upaya pelestarian warisan budaya
- Strategi pelestarian warisan budaya di tengah perkembangan kota
Materi disampaikan secara padat dan sistematis, memberikan wawasan mendalam kepada peserta mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya sebagai identitas dan sumber pembelajaran sejarah.
Tinggalan Sejarah Kampung-Kampung di Kota Semarang
Sesi selanjutnya diisi oleh Ika Dewi Retno Sari, M.Pd., guru sejarah SMA Negeri 14 Semarang, yang memaparkan materi tentang tinggalan sejarah dan budaya di perkampungan Kota Semarang. Dalam paparannya, Ibu Ika menjelaskan secara rinci bentuk-bentuk tangible dan intangible culture dari berbagai kampung bersejarah, antara lain:
- Kampung Melayu
- Kampung Kauman
- Kampung Pecinan
- Kampung Pekojan
- Kampung Bustaman
- Kampung Tambak Lorok
Peserta diajak memahami tinggalan sejarah tidak hanya berupa benda (tangible), seperti bangunan dan artefak, tetapi juga warisan tak benda (intangible) berupa tradisi, nilai, dan praktik budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan Ngopi Merah episode perdana ini, MGMP Sejarah Kota Semarang berharap diskusi sejarah dan kebudayaan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan kompetensi guru sejarah serta upaya pelestarian sejarah dan budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu memperluas jejaring, memperkaya wawasan, dan meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah di sekolah.
Dokumentasi



Gabung dalam percakapan