MGMP Sejarah SMA-MA Kota Semarang Gelar Bedah Kerangka TKA Sejarah untuk Perkuat Kesiapan Guru
MGMP Sejarah SMA-MA Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan Bedah Kerangka Tes Kemampuan Akademik (TKA) Sejarah SMA pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di Laboratorium Multimedia SMA Negeri 1 Semarang. Kegiatan ini menghadirkan Eko Pujiono, S.Pd., S.Kom., M.Pd., Guru Sejarah SMA Negeri 1 Semarang, sebagai narasumber utama untuk memberikan pemahaman mengenai kerangka TKA Sejarah sekaligus strategi pembelajaran dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi pelaksanaan TKA.
Kegiatan dibuka oleh Ketua MGMP Sejarah SMA-MA Kota Semarang, Muh. Khoiri, S.Pd., M.Si. Dalam sambutannya, beliau memperkenalkan Nor Khoiriyah, S.Pd., M.Pd. dari SMA Lab UPGRIS Semarang sebagai pembina baru MGMP Sejarah SMA-MA Kota Semarang. Ia berharap kehadiran pembina baru dapat memberikan arahan dan pendampingan bagi pengembangan pembelajaran sejarah di Kota Semarang.
Muh. Khoiri juga menyampaikan bahwa kegiatan bedah kerangka TKA menjadi momentum penting bagi guru sejarah untuk mempersiapkan peserta didik sejak dini. Melalui forum belajar bersama ini, guru diharapkan mampu memahami arah kebijakan TKA sekaligus menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik di masing-masing sekolah.
Dalam arahannya, Nor Khoiriyah menjelaskan bahwa tidak semua peserta didik akan memilih TKA Sejarah sehingga setiap sekolah perlu melakukan pemetaan sejak awal. Menurutnya, setiap sekolah memiliki strategi yang berbeda dalam mempersiapkan peserta didik. Sebagai contoh, SMA Lab UPGRIS Semarang melakukan pemetaan terlebih dahulu untuk menentukan siswa yang akan memperoleh pendalaman materi TKA.
Ia menambahkan bahwa pendalaman materi tidak hanya dilakukan pada jam pelajaran reguler, tetapi juga dapat diperkuat melalui program tambahan belajar. Mengingat TKA Sejarah merupakan mata pelajaran pilihan, maka penguatan materi tidak dapat diberikan secara merata kepada seluruh siswa, melainkan difokuskan kepada peserta didik yang memilih TKA Sejarah. Selain itu, TKA dinilai memiliki peran penting sebagai salah satu dasar seleksi masuk perguruan tinggi sehingga peserta didik perlu dipersiapkan secara matang, baik dari penguasaan materi maupun kecepatan dalam mengerjakan soal.
Pada sesi utama, Eko Pujiono memaparkan hasil pelaksanaan TKA Sejarah berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia menjelaskan bahwa capaian mata pelajaran Sejarah menunjukkan hasil yang baik. Pada pelaksanaan sebelumnya tercatat sebanyak 72 sekolah mengikuti TKA Sejarah dengan jumlah peserta sekitar 1.200 siswa di Kota Semarang.
Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa materi TKA Sejarah meliputi enam ruang lingkup utama, yaitu Pengantar Ilmu Sejarah, Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam di Indonesia, Perlawanan terhadap Bangsa Eropa, Pergerakan Nasional hingga Proklamasi Kemerdekaan, Revolusi Kemerdekaan Indonesia sampai Demokrasi Terpimpin, serta Orde Baru hingga Reformasi.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 102/M/2025 tentang Mata Pelajaran Pendukung Program Studi dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), mata pelajaran Sejarah menjadi salah satu mata pelajaran pendukung bagi sejumlah program studi di perguruan tinggi, seperti Sejarah, Filsafat, dan Sosial. Oleh karena itu, guru sejarah diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai peluang tersebut sehingga mereka dapat memilih TKA Sejarah sesuai dengan minat dan rencana studi yang akan ditempuh.
Selain membahas ruang lingkup materi, Eko juga menjelaskan karakteristik soal yang akan dihadapi peserta didik, yaitu pilihan ganda tunggal, pilihan ganda kompleks, dan pilihan ganda kategori benar-salah. Menurutnya, guru perlu memberikan pembiasaan kepada siswa melalui latihan soal agar mereka memahami pola soal sekaligus terbiasa mengerjakannya dalam waktu yang terbatas. Peserta didik juga dianjurkan memanfaatkan laman simulasi dan latihan TKA yang telah disediakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai media belajar mandiri.
Sebagai bagian dari kegiatan, seluruh peserta guru sejarah mengikuti simulasi pengerjaan 20 soal TKA Sejarah. Simulasi tersebut bertujuan agar para guru memperoleh gambaran langsung mengenai karakteristik soal sekaligus dapat menganalisis materi yang berpotensi muncul sehingga dapat menjadi bahan penguatan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.
Pada sesi diskusi, Ika Dewi Retno Sari, M.Pd. dari SMA Negeri 14 Semarang menyampaikan kendala terkait keterbatasan waktu dalam memberikan pengayaan kepada peserta didik. Ia juga menanyakan strategi yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan minat siswa memilih TKA Sejarah sebagai salah satu mata pelajaran pendukung dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi.
Menanggapi hal tersebut, Eko Pujiono menjelaskan bahwa berdasarkan data statistik, peminat TKA Sejarah sebenarnya cukup tinggi dan mata pelajaran Sejarah menjadi pendukung berbagai program studi di perguruan tinggi. Menurutnya, salah satu strategi yang efektif adalah memperbanyak latihan soal sehingga peserta didik lebih memahami karakteristik TKA dan memiliki kepercayaan diri dalam memilih mata pelajaran Sejarah.
Masukan juga disampaikan oleh Anik Silviana Agustin, S.Pd., M.Pd. dari SMA Negeri 5 Semarang. Ia menyampaikan bahwa pada pelaksanaan sebelumnya terdapat 89 siswa yang memilih TKA Sejarah. Namun, pada tahun ini jumlah peminat mengalami penurunan. Menanggapi hal tersebut, Eko menyarankan agar guru memberikan gambaran mengenai bentuk soal TKA tahun 2025 sehingga peserta didik dapat mengetahui tingkat kesulitan soal sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan pilihan.
Melalui kegiatan Bedah Kerangka TKA ini, MGMP Sejarah SMA-MA Kota Semarang berharap para guru semakin memahami arah kebijakan Tes Kemampuan Akademik, ruang lingkup materi yang diujikan, serta strategi pembelajaran yang efektif. Dengan adanya forum diskusi dan berbagi praktik baik antarguru, diharapkan pembelajaran sejarah di Kota Semarang semakin berkualitas dan mampu mempersiapkan peserta didik menghadapi TKA maupun seleksi masuk perguruan tinggi secara optimal.
Dokumentasi






1 komentar