MGMP Sejarah SMA–MA Kota Semarang Gelar Halalbihalal dan Gathering di Yogyakarta
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah SMA dan MA Kota Semarang menggelar kegiatan halalbihalal sekaligus gathering yang diikuti sekitar 45 guru sejarah perwakilan dari berbagai sekolah di Kota Semarang pada Sabtu, 4 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Kaliurang, Yogyakarta, dengan rangkaian acara yang menggabungkan silaturahmi, refleksi organisasi, serta penguatan wawasan sejarah lapangan.
Kegiatan dibuka oleh Ketua MGMP Sejarah Kota Semarang, Bapak Khoiri. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan pentingnya aktivasi platform SIndara sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan profesional guru sejarah. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan keaktifan para anggota selama satu tahun terakhir dalam memajukan organisasi.
“Ke depan, kami berharap seluruh guru sejarah di Kota Semarang dapat terus bersinergi, aktif dalam komunitas MGMP.” ujar Pak Khoiri. Sementara itu, Bapak Mulyadi selaku perwakilan pengurus turut menyampaikan bahwa masa jabatan Ketua MGMP telah memasuki satu periode. Ia mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang solid antara pengurus dan anggota selama ini, serta berharap semangat kebersamaan terus terjaga.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan wisata edukatif melalui Jeep Lava Tour Merapi. Para peserta diajak menyusuri jejak letusan Gunung Merapi dengan mengunjungi beberapa lokasi bersejarah, di antaranya The Lost World Park dan Museum Mini Sisa Hartaku.
Di The Lost World Park, para guru sejarah mengamati peninggalan masa kolonial Belanda berupa Tugu Triangulasi. Tugu ini merupakan penanda penting dalam sistem pemetaan wilayah pada masa kolonial, sekaligus berfungsi sebagai batas wilayah aman dan pos pemantauan.
Perjalanan berlanjut ke Museum Mini Sisa Hartaku, yang merupakan bekas rumah warga bernama Bapak Sriyanto. Rumah ini menjadi saksi bisu dahsyatnya erupsi Gunung Merapi tahun 2010 yang menghancurkan kawasan tersebut akibat terjangan awan panas atau “wedhus gembel”. Melalui koleksi benda-benda sisa erupsi, para peserta memperoleh gambaran nyata tentang dampak bencana terhadap kehidupan masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Benteng Vredeburg Yogyakarta. Di lokasi ini, para guru sejarah diajak menelusuri peran penting Yogyakarta dalam perjalanan sejarah Republik Indonesia melalui diorama dan pameran yang tersedia. Menariknya, para peserta juga berkesempatan menyaksikan pertunjukan video mapping yang menampilkan transformasi Benteng Vredeburg serta kontribusi Yogyakarta dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Kegiatan halalbihalal dan gathering ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana pembelajaran kontekstual yang memperkaya wawasan sejarah para guru. Diharapkan, pengalaman ini dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas serta memperkuat peran MGMP Sejarah Kota Semarang sebagai komunitas profesional yang aktif dan inovatif.
Dokumentasi








Gabung dalam percakapan